PRAKTIKUM SASTRA KE-25
TARIAN DARI BERBAGAI DAERAH MENAMBAH
SEMARAKNYA
PEMBUKAAN PRAKTIKUM SASTRA KE-25
Praktikum
sastra adalah acara tahunan yang menghelat beberapa perlombaan khususnya
dibidang sastra yang diadakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra
Indonesia Unri. Praktikum Sastra sudah ada sejak tahun 1981 . Praktikum sastra
melibatkan sekolah dan perguruan tinggi untuk peserta perlombaannya.
Pada tanggal
6 Maret 2017 pukul 08.00 WIB Praktikum Sastra ke-25 resmi dibuka oleh Dekan
Fkip UR, Prof. Dr. M.Nur Mustafa, M.Pd. Praktikum sastra kali ini mengangkat
tema ‘Kembangkan Sastra,Lestarikan Budaya dan Lahirkan Karya’. Setelah usai
menyampaikan beberapa kata sambutan, acara dilanjutkan dengan tarian dari
berbagai daerah di Indonesia. Acara pembukaan kali ini agak sedikit berbeda
dari tahun-tahun sebelumnya karena biasanya acara pembukaan praktikum sastra dimulai
dengan teater atau drama, pada praktikum sastra ke-25 ini teater ditiadakan dan
diganti dengan tarian daerah. Tentu saja hal ini membuat para penonton
pembukaan Praktikum Satra ke-25 antusias serta penasaran.
Tarian
pertama dimulai dari Tari Saman yang berasal dari aceh, tarian yang menggunakan
Bahasa Gayo serta diikuti oleh pengiring musik yang menambah syahdu tarian
tersebut. Tarian ini merupakan salah satu media untuk menyampaikan pesan kepada
siapa saja yang menyaksikan tarian tersebut. Selanjutnya tarian dilanjutkan
dengan Tari Piring yang berasal dari Sumatra Barat. Begitu lihainya para penari
yang beranggotakan 3 orang ini membolak-balekkan piring yang ada ditangannya.
Ditambah lagi tanduk yang ada dikepala para penari ini,menambah nilai plus pada
penampilannya. Selanjutnya dilanjutkan lagi dengan tarian melayu yang membuat
para penonton waktu itu terhanyut dengan kelentikan jari-jemari si penari dalam
memainkan tangannya. Selanjutnya tarian
jaipong yang berasal dari masyarakat Sunda,Kerawang,Jawa Barat. Tarian
ini membuat tambah semangat para penonton pembukaan Praktikum Sastra ke-25
karena tariannya yang begitu erotis,humoris dan sederhana. Lalu tarian yang
berikutnya adalah tari pendet yang berasal dari bali dan yang terakhir yaitu
tarian yang berasal dari papua. Tarian yang terakhir ini mengundang tawa
penonton. Apalagi pakaian serta asesoris yang para penari kenakan begitu khas gaya
orang papua. Para penari laki-laki itu tidak malu-malu bergerak kesana-kemari
bersorak-sorak di hadapan para penonton pada pagi itu. Setelah tarian dari
papua ini selesai lalu masuklah lagi seluruh para penari dari berbagai daerah.
Meraka menari bersama-sama menarikan tarian papua dan ditutup dengan salam
kepada para penonton. Para penonton yang ada disitu sangat antusias dan
memberikan tepuk tangan meriah untuk para penari atas pertunjukkan yang mereka
berikan. Begitu meriahnya acara pembukaan Praktikum Sastra ke-25 ini.
Sesuai dengan
temanya, pembukaan Praktikum Sastra kali ini mengangkat tentang budaya, dimana
pada saat ini tarian daerah sudah jarang dipertunjukkan. Oleh karena itu dengan
adanya tarian ini diharapkan kepada kita semua untuk melestarikan budaya .
Karena kalau tidak kita, siapa lagi yang akan melestarikan budaya Indonesia
ini. Banyak hal-hal positif yang diberikan pada acara ini yaitu kita dapat
mengembangkan sastra, melestarikan budaya dan melahirkan karya melalui
perlombaan yang ada di Praktikum Sastra.
#bagian dari tugas matakuliah menulis kritik dan esai

Komentar
Posting Komentar